Lomba Pantun Bahasa Daerah Mengisi Persiapan Festival Literasi Nagekeo 2019

12836

 

Humas Kabupaten Nagekeo

25 September pukul 11.56

Festival Literasi Nagekeo Tahun 2019 segera digelar dua hari lagi. Persisnya akan berlangsung tanggal 27 - 30 September 2019.

Panitia terus melakukan koordinasi dan persiapan teknis, mulai dari arena festival, pemantapan pentas, hingga pegelaran event-event pendahuluan. Lomba berpantun dalam bahasa daerah untuk orang dewasa, salah satunya.

Delapan peserta dari berbagai kecamatan unjuk kebolehan dalam mendaraskan berbagai pesan dan kearifan yang hidup di berbagai komunitas adat. Satu-satunya ASN yang ikut berlomba adalah Gaspar Taka, yang saat ini menjabat sebagai Kabag Humas pada Setda Kabupaten Nagekeo. Ia terkenal dengan kepiawaian berpuisi dengan kata-kata indah.

Enam Belas Pantun berhasil diucapkan luar kepala:

"Sa mega sama ti'i bako dheka

Mega sa sama tii uta ka

(Tegur-sapa, salam menjadi dasar adat budaya)

Moi loda guna mona

Welu bhada tau apa

Oko wai ana moo jadi kita ata ngai da

(Simpan barang-barang berharga tidak ada gunanya, sekolahkan anak menjadi manusia cerdas)

Sura paca dheo na'a

Paca sura dheo tuga

Ne'e ulu ijasa

Wee tau sura paca

(Jangan dulu pacaran semasih sekolah, ada pekerjaan baharu berumah tangga)

Uma zale ghoe

Ngusa mu foe

Gegi ana mori

Tau pasa tosi

(Bekerja samalah untuk mencapai kesuksesan)

To'o jogho

waga sama

Kolo satoko

Tali satebu

Bhila tali delu telu

(Hidup harus bergotong-royong, senasib sepenanggungan)

Go moko ma'e bhogo

Go ata ma'e laga

Go moko ma'e ngo

Go ata ma'e ala

(Jangan mengambil milil orang lain)

Sezu benu detu

Riwu be'o zebu-zebu

Pata laga mala

Ngusa be'o sama-sama

(Sama-sama tahu, sama-sama rasakan (transparan))

Jara bhara gero

logo bowo rewo

Teo rewo oka

Logo laza mona

(Kerja tanpa inovasi dan kreativitas akan gagal)

Pata peka mena

Sezu zebu zale

Uta ma'e sua

Watu ma'e wage

(Apa yang sudah diucapkan sebagai komitmen, haram ubtuk ditarik kembali)

Ame jogo kita poko oko

Miu zele wolo

Kami zili lowo

Negha wadho kodho

(Sama-sama berupaya, hasil dinikmati sendiri)

Zeta ulu bhila nunu da kaka wutu

Kita ngusa mutu mumu

Lau eko bhila feo da ada eo

Kita ngusa papa dheko

(Musyawarah untuk mencapai mufakat)

Ulu papa pulu

Eko papa pongo

Pulu nu'u nu'u

Pongo bholo-bholo

(Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh)

Nunu meze mena

Negha boka peka

Toni tebu wali

Molo goo ngai

(Patah tumbuh hilang berganti, banyak yang mati muncul lain lagi)

Sekola kita mogha-mogha

Guru pati kota ma'e walo mogha

Agama kita sama-sama

Tua baca ngaza kita maso surga

(Belajar tekun hidup berakhlak, pasti sukses di dunia dan di surga)

Poke pana

Wela delu

Teka aa

Zia zebu

(Orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain (iri hati), sama halnya kita beri berkat berlimpah kepada musuh)

Dua nuka-nuka

Bhila lako kiki usa

So laju wa'u

Bhila me go reme manu

(Orang serakah dikutuk Tuhan)"

Dari para peserta tersebut juga terdapat seorang pemuda yang mengaku sangat mencintai syair-syair dalam khazanah bahasa daerah Nagekeo. Dia adalah dari Fauzan (28) dari Aloronga, Kelurahan Mbay I Kecamatan Aesesa.

"Kalau dulu saya di bagian pukul gong saat acara-acara seperti penyambutan imam baru ataupun MTQ. Bertepatan dengan festival literasi, saya merasa saatnya para pemuda melakukan regenerasi agar kearifan-kearifan dari budaya Nagekeo tetap terpelihara, saya memilih pantun, "ungkapnya penuh semangat usai lomba.

Fauzan lantang membawakan syair dengan diselingi nyanyian merdu. Sampai saat berita ini diturunkan, Ketua Tim Juri, Petrus Lengi, masih memimpin timnya untuk membuat rekapitulasi hasil penilaian.

Festival literasi yang menurut rencana akan dihadiri juga oleh para Gubernur NTT, para bupati, anggota DPRD, Kepala Perpusnas RI, Pembawa Talk-show salah satu stasiun TV swasta, Just Alvin, dan berbagai pegiat literasi daerah maupun pusat ini adalah yang pertama kalinya di Nagekeo maupun NTT. Buoati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, dan Pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo, Yoseph Dhenga, mengajak semua warga masyarakat Nagekeo baik di daerah maupun diaspora, bahu membahu memberi dukungan. Karena menurut mereka berdua, festival literasi adalah momentum untuk menggaungkan dan mengakarkan literasi dalam kehidupan masyarakat sehingga cita-cita Nagekeo yang Sejahtera, Nyaman dan Bermartabat dapat terwujud.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Last modified on Monday, 30 September 2019 04:04

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Copyright by Kominfo Nagekeo Pemkab Nagekeo