Hendak Belajar ke Rajahstan, Tujuh Wanita Calon Teknisi Energi Matahari Nagekeo Bertemu Dubes India

123456

 

Humas Kabupaten Nagekeo

10 September pukul 23.07 ·

Tujuh wanita Nagekeo hari ini (10 September 2019) berada di Kedutaan Besar India di Jl. H.R. Rasuna Said Jakarta. Mereka adalah orang-orang terpilih dan terutus dari desa masing-masing untuk belajar merakit peralatan penerangan dari energi matahari (Sollar Energy), yakni Marselina Nena (Tedamude), Paulina Toyo (Renduola), Yohana Tawa (Tedamude), Albina Bai (Pagomogo), Elisabeth Ndaru (Mbay II),Florida Teang (Tedamude), dan Ludgardis Tibu (Tedakisa).

Didampingi oleh pengurus Yayasan Wadah Titian Harapan (Wadah Foundation), para duta terang tersebut diterima dengan hangat oleh Duta Besar India, Mr. Pradeep Kumar Rawat. Dubes, dalam kesempatan tersebut, mengajak berbicara langsung dan menanyakan daerah asal masing-masing.

Pertemuan tersebut semakin memantapkan keyakinan mereka akan manfaat program dalam memerbaiki masa depan pribadi,keluarga dan komunitasnya. Karena, menurut Yohanes Siga, selaku PIC (Person in Charge) Wadah Foundation Kabupaten Nagekeo, meyakinkan mereka merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

“Ketika pertama kali menghubungi pemerintah desa dan keluarga, tantangan terberatnya adalah isu dan trauma terkait human trafficking dari banyak kasus selama ini. Sementara tawaran datang dalam waktu singkat, “kisah Yan.

Tetapi berkat kemauan keras wanita-wanita tersebut, lanjut Yan, Ia dapat membantu menyelesaikan berbagai tahapan yang dipersyaratkan,mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, pemeriksan kesehatan dan pengurusan paspor.

“Sebenarnya jatah kita sepuluh orang, hanya masih ada tiga orang lagi yang perlu didekati dengan lebih baik untuk bisa menyusul ke sana, “lanjutnya, sekan tidak rela kalau sisa jatah tersebut akhirnya jatuh ke kabupaten lain yang juga memerjuangkan hal yang sama.

Sebelum berangkat ke Jakarta, pada hari Sabtu (7 September 2019), di hadapan para suami, keluarga dan Kepala Desa Tedamude, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do melepas rombongan di Rumah Jabatannya. Ia ciptakan suasana bersahaja penuh canda-tawa untuk menguatkan hati mereka yang datang dari berbagai latar belakang pendidikan dan kehidupan pedesaan.

Bupati Don mengatakan bahwa Ia telah mengenal roh dari program yayasan tersebut melalui acara di sebuah stasiun televisi.

“Saya pernah nonton di acara National Geography, program untuk orang miskin di India, suami-suaminya pergi merantau, terdapatlah perempuan-perempuan tangguh yang harus atau terpaksa tetap tinggal di desa, sambil membesarkan anak-anak, “ceritanya.

Problema membesarkan anak dianalisis, lanjutnya, kemudian ada lembaga yang mau membantu mereka, membawa teknologi sollar cell dari jerman, mereka di sana mulai belajar dari pekerjaan mengganti atap dengan panel-panel dan selain menghasilkan penerangan juga bisa digunakan untuk memasak dan mendukung pertanian.

Dalam berbagai kesempatan Ia sendiri selalu menyerukan keberpihakan yang lebih besar bagi perempuan melalui penyediaan sarana-prasarana yang memudahkan pekerjaan seorang ibu rumah tangga. Program riilnya adalah gerakan membangun rumah mulai dari belakang: dapur sehat, tandon air, kamar mandi/WC bersih, gudang bahan bakar, gudang pangan dan petak sayur. Menurutnya, dengan begitu pekerjaan Ibu sudah menjadi lebih mudah dan membuat mereka lebih sehat. Jika Ibu sehat maka anak yang dilahirkan dan dibesarkan juga akan sehat.

Sebelum memegang tangan dan berpose satu per satu, bupati menitipkan pesan agar mereka tidak lupa untuk menjalin komunikasi dengan suami dan anak-anak. Karena menurutnya, mereka melangkah dengan dukungan doa dan harapan agar sekembalinya dari sana dapat menjadi “terang” bagi keluarga dan masyarakat.

“Kalian juga akan fluent in English (fasih berbahasa Inggris) dan sedikit Bahasa Urdu karena terjun langsung, “tambahnya memberikan motivasi.

Demikian juga kepada para suami Ia berpesan, “Jagalah anak-anak, belilah buku untuk mereka, usahakan baca buku cerita sama anak-anak sebelum mereka tidur, pengalaman baru, nanti video call dari sana, usahakan kalian bercerita kepada anak-anak.”

Usai dari rujab, wanita-wanita yang datang dalam balutan dhowik Mbay tersebut bertolak ke Maumere dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta pada tanggal 9 September 2019. Sesuai jadwal, mereka akan diberangkatkan ke Negeri Nehru dan Gandhi pada tanggal 13 September 2019 dengan rute Jakarta – Singapura – New Delhi.

Yan, aktivis yang lama bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat desa berpisah di pintu keberangkatan domestik Bandara Frans Seda dan tetap memantau hari demi hari. Ia menjelaskan bahwa rencana alokasi listrik tenaga surya untuk Kabupaten Nagekeo sebanyak 699 unit dan paling banyak akan dipasang di rumah warga sebanyak 652 unit. Selebihnya akan dibagi ke polindes, pustu dan kantor desa. Ia juga menginformasikan bahwa para teknisi tenaga surya tersebut selama enam bulan akan dibekali dengan kemampuan memperbaiki, memelihara, dan merakit berbagai peralatan tenaga surya baik untuk dipakai sendiri maupun untuk dijual.

Yayasan Wadah Titian Harapan merupakan yayasan internasional milik Anie Hashim Djojohadikusumo yang berbasis di Jakarta. Misinya adalah memberdayakan ibu-ibu untuk membantu diri mereka sendiri dan menciptakan masa depan yang lebih baik untuk keluarga dan komunitas serta menolong perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, pendidikan, komunitas dan kebudayaan. Selama satu dasawarsa berdiri telah berkarya di berbagai wilayah nusantara. Berkat kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa, Nagekeo menjadi kabupaten sasaran kedua, di samping Sikka yang sudah lebih dahulu mengirim wargaya pada tahun 2013 silam.

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Copyright by Kominfo Nagekeo Pemkab Nagekeo